…………Travel Tourism Indonesia…TTIspot

. . . . . . . . . . Mari kita monitor denyut nadi pariwisata. Lihat PILIH KATEGORI.

Rencana Bandara-bandara sih membuat optimis…

Posted by Arifin Hutabarat pada 11 Agustus, 2008

Melongok rencana pembangunan fisik beberapa bandara di Indonesia, kita mestinya optimistis berkaitan pengembangan pariwisata. Tetapi bukan hanya fisik yang tampak menjadi ‘kendala’, melainkan juga pemeliharaan kualitas fasilitas, pelayanan, berkaitan pengelolaan menyeluruh dari setiap bandara. Jangan sampai seperti bandara Soekarno-Hatta yang sempat digolongkan salah satu di antara 10 yang terburuk di dunia. Bandara sebagai pintu gerbang, justru menjadi citra pertama yang “the first impression stick in mind” bagi setiap pengunjung. Memang di lain pihak, bandara Cengkareng itu dinyatakan nomor 6 sebagai WORLD MOST 10 PUNCTUAL AIRPORT, dan nomor 31 di dunia sebagai bandara paling banyak menangani jumlah penumpang, dengan 30.583.957 gerakan penumpang tahun 2006. (32.458.946 di tahun 2007). Bandara terpadat di dunia dalam hal gerakan penumpang tahun 2006 itu, adalah Atlanta, sebanyak 84.847 ribu dan menyusul Amstrerdam 46.066 ribu gerakan penumpang. (Berdasarkan data PT Angkasa Pura II).

Di Makassar, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar mulai dioperasikan pada Senin (4/8) lalu, maka kalangan pelaku bisnis pariwisata Sulawesi Selatan (Sulsel) berharap industri pariwisata di Sulsel akan bangkit kembali.

Koordinator wilayah Asita Sulawesi, Nico B Pasaka, dikutip KB Antara mengatakan “Kita harapkan frekuensi penerbangan domestik akan meningkat serta memancing masuknya perusahaan penerbangan asing ke Sulsel.” Rupanya fasilitas bandara yang kurang memadai (sebelum berubah menjadi Bandara Sultan Hasanuddin) selama ini bahkan tertinggal dibandingkan Bandara Sam Ratulangi Manado dan Sepinggan Balikpapan.

Masuknya maskapai penerbangan asing Air Asia Malaysia dengan rute Makassar-Kualalumpur akan menjadi pancingan bagi maskapai asing lainnya maupun perusahaan penerbangan dalam negeri untuk membuka rute penerbangan Makassar ke berbagai kota di luar negeri.

Nah, di situ pula antara lain masalahnya. Bandara internasional di Jakarta dan di Denpasar, sampai sekarang belum menunjukkan signifikansi dalam hal peran sebagai salah satu faktor yang mendukung untuk menarik airlines asing untuk berkenan beroperasi ke sini. Selain fasilitas bandara dan kualitas yang mendukungnya, pertimbangan komersial tentu dominan bagi airlines untuk beroperasi. Dari jumlah bilateral air agreement yang ada dengan 71 negara, hingga tahun 2007, yang dilaksanakan barulah oleh 22 negara.

Kekaguman patut diberikan pada proyeksi pembangunan bandara yang direncanakan oleh PT Angkasa Pura II, merujuk pada sebuah presentasi oleh Dirutnya Edie Haryoto. Setelah menyelesaikan pembangunan bandara yang baru seratus persen, Minangkabau International Airport di Padang, Sumatra Barat, kita bisa melihat indahnya gambar-gambar perspektif bandara yang sedang dan akan dilaksanakan pembangunannya. Mari kita tengok:

Satu Tanggapan to “Rencana Bandara-bandara sih membuat optimis…”

  1. WIGUNARTO berkata

    Gambar Rencana Bandara Ngurah Rai (Bali), Adi Sucipto (Jogjakarta), Lombok International Airport (NTB) mana yach!!!

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.