Budpar – AMEX menggerakkan Corporate Clients
Ditulis oleh Arifin Hutabarat di/pada 29 November, 2008
Ini satu contoh kegiatan kerjasama instansi pemerintah dengan pihak swasta untuk menggerakkan MICE. Dan Anda
berpotensi melakukan pola kerjasama yang serupa. Budpar mengorganisir Event, menyediakan tiket untuk para buyers tapi membiayai sendiri land arrangement, para sellers dari berbagai daerah datang atas biaya sendiri. Maka diharapkan serius akan melakukan pembelian dan penjualan.
Ajang Indonesia MICE & Corporate Travel Mart (IMCTM) yang akan mempertemukan antara pihak korporasi dan agensi perjalanan dengan pihak resor, tempat konvensi dan penyedia fasilitas MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) akan digelar untuk pertama kalinya di Aston Hotel dan Convention Denpasar Bali pada 3-6 Desember 2008.
Pihak Depbudpar bekerjasama AMEX – American Express -, mensponsori event tsb, di mana Depbudpar memfasilitasi para buyers dengan penyediaan tiket penerbangan dan pihak AMEX menentukan dan mengundang para Corporate Clients dari kawasan Asia Pasifik.
“Para buyers itu datang dan membiayai sendiri land arrangement seperti akomodasi hotel dll., di lain pihak para sellers, yaitu dari agen-agen atau perusahaan pengelola produk MICE di berbagai daerah Indonesia, datang atas biaya mereka sendiri. Jadi, serius untuk berbisnis dan diharapkan akan terjadi pembelian dan penjualan,” begitulah kesimpulan keterangan dari Nia Niscaya, Direktur MICE di Depbudpar.
Saya (Arifin Hutabarat) berbincang dengan Nia Niscaya, dan dia gembira sampai tanggal 26 yll sudah 92 buyers telah mengkonfirmasi keikutsertaan. Adapun konfirmasi sejumlah 85 seller datang dari berbagai derah. “Ini mencerminkan kesungguhan,” kata dia.
Dapat dipahami supply and demand yang digerakkan pada ajang tersebut, akan menghasilkan kegiatan nyata untuk tahun 2009, dan tampaknya terutama pada produk Incentives. Rasanya ini juga merupakan salah satu yang pertama di mana payung kerjasama antara Depbudpar dan Amex, diwujudkan pada kegiatan yang secara langsung menggerakkan bisnis pariwisata. Payung kerjasama sebenarnya sudah berjalan beberapa tahun.
Produk incentive setiap tahun, bagaimanapun, dibeli oleh perusahaan besar Korporit untuk memberikan bagian dari reward terhadap kinerja karyawan. Biasanya di masa lalu bahkan kebanyakan diberikan berupa tur dalam kelompok ke mancanegara, biasanya multi leg destinations yang berarti mengunjungi beberapa kota internasional dalam satu trip. Dan lazimnya pula, incentive berupa tur ke mancanegara itu, diberikan oleh big corporation, multi national corporations. Atau di Indonesia, perusahaan-perusahaan joint venture.
Produk wisata incentives, berkaitan dengan biaya perusahaan besar, maka biasanya menggunakan hotel akomodasi berbintang empat atau lima, dan acara-acara tur yang ‘berkelas’, atau spesifik untuk memberikan kenangan dan kesan berkelas pula bagi para karyawan yang ‘dihadiahi’. Citra korporit juga ditampilkan dalam pemberian incentive tour. Satu grup biasa berjumlah beberapa puluh orang, adakalanya lebih 50 orang mendekati 100.
“Kita harapkan kini mereka mengarahkan grup incentive ke dalam negeri,”, kata Nia Niscaya.
Jadi, kegiatan IMCTM, kata Direktur Konvensi, Insentif, dan Pameran (MICE) Depbudpar itu, selain mengundang para buyers asing , event ini sekaligus untuk mengedukasi korporasi lokal agar tetap melakukan kegiatan MICE di Indonesia. Dalam pengertian ini, dimaksudkannya pastilah termasuk kegiatan meeting, misalnya Corporate Sales Meeting, atau Konperensi sampai Pameran, baik yang sekedar skala nasional, apalagi regional dan internasional.
“Depbudpar bersama pelaku bisnis pariwisata telah menetapkan tema tahun kunjungan wisata Indonesia 2009 yaitu berbasis MICE dan Marine Tourism,” kata Nia. Sementara untuk mendukung kegiatan MICE di tanah air, Depbudpar telah menetapkan Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Batam, Medan, Bukittinggi, Balikpapan, Makassar, dan Manado sebagai 10 destinasi MICE utama di Indonesia.

NewsStory terbaru ?














turut mensponsori Blogspot ini. Kami sangat menghargai semangat yang terkandung dalam sponsorship Depbudpar. Mari kita bicarakan, kita inspirasi, dan mendorong meningkatnya kegiatan bisnis kepariwisataan. Agar meluaskan peluang usaha, kesempatan kerja, dan penerimaan devisa berorientasi kesejahteraan bangsa. Bersama memajukan pariwisata, Indonesia Bisa !
____________________






___________________
_____________________
_______________________
sekitar 13 juta kini dilanda gizi buruk di negeri ini.
_____________________
Noersal Samad berkata
“Jadi, kegiatan IMCTM, kata Direktur Konvensi, Insentif, dan Pameran (MICE) Depbudpar itu, selain mengundang para buyers asing , event ini sekaligus untuk mengedukasi korporasi lokal agar tetap melakukan kegiatan MICE di Indonesia.”
Sejalan dengan kegiatan ini, seyogianya PCO – Professional Conference Organizer -
Indonesia dilibatkan.Selain dari itu, jumlah dan mutu PCO kita perlu ditingkatkan secara berkesinambungan – sustainable competency development and enhancement -, terutama yang beroperasi di Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Batam, Medan, Bukittinggi, Balikpapan, Makassar, dan Manado, yang telah ditetapkan sebagai 10 destinasi MICE utama di Indonesia.
Para praktisi PCO ini seyogianya telah memanfaatkan internet marketing dalam
kegiatan mereka sehari-hari guna mengambil bagian mendapatkan pasar “event industry” dari Mancanegara.
Sebagai partisipasi saya, silakan klik http://tinyurl.com/5nsvsa
Terima kasih
Drs. Noersal Samad, MA