Pertandingan Indonesia, Malaysia, Muangthai
Ditulis oleh Arifin Hutabarat di/pada 31 Mei, 2009
Count Down VIY2009
Sampai di manakah pencapaian jumlah wisman ke negeri kita untuk tahun 2009? Baik kita bench marking dengan Malaysia,

penerbangan yang ditunggu...
rasanya ini lebih relevan daripada dibandingkan dengan Singapura. Lain lagi bila dilongok apa kegiatan Muangthai. Direct trade relationship menonjol digarapnya, mulai dari kerjasama badan pariwisata dengan airlines; sampai upaya menarik penerbangan charter seperti charter flights rute Phuket-Italia, sampai perhitungan rinci menjual seat only. Dan penerbangan baru dari China. Menarik, bukan?
Sampai di manakah pencapaian jumlah wisman ke negeri kita untuk tahun 2009? Baik kita bench marking dengan Malaysia, rasanya ini lebih relevan kalau dibandingkan dengan Singapura. Di beberapa aspek ada persamaan strategi, yaitu mengadakan dan mengikuti kegiatan-kegiatan event promosi di pasar-pasar yang dituju. Perbedaan yang mencolok terletak pada nilai total anggaran promosi di mana dimaklumi Malaysia mempunyai jauh lebih besar ketimbang Indonesia. Beda lainnya ialah, Malaysia tampak banyak memanfaatkan citra yag dibangunnya dari tampilan dan pelayanan serta marketing di internet.
Lain lagi bila dilongok apa kegiatan Muangthai. Direct trade relationship menonjol digarapnya, mulai dari kerjasama badan pariwisata dengan airlines Thai dalam mendatangkan 450 travel agent dan media massa dari pasar-pasar utama selama tiga hari 23-25 Februari 2009; sampai upaya menarik penerbangan charter seperti charter flights rute Phuket-Italia terutama untuk penjualan paket liburan. Namun bilamana tidak penuh, kursi kosong yang masih tersisa dijual on a flight-only basis, artinya menjual seat only. Ibarat di bisnis hotel, menjual room only.
Apa kata mereka? “By offering a more restricted service than the major scheduled or low cost airlines, the cost of these seats is highly affordable.”
Jepang merupakan pasar kedua bagi Muangthai setelah Malaysia. Jadi, yang pertama, dari negeri jiran terdekat juga.
Tetapi khususya atas pasar Jepang, Muangthai memiliki satu kekuatan pendukung utama, yaitu aksesibilitas. Mulai Januari 2009, sebanyak 127 direct schedule flights setiap minggu menghubungkan Muangthai dengan kota-kota utama di negeri samurai itu: mulai dari penerbangan Thai Airways International, Bangkok Airways, Japan Airlines, All Nippon Airways, United Airlines, dan Northwest.
Adapun wisman dari Australia di tahun 2008, ke Muangthai jumlahnya sudah mencapai 694.905, menaik 5,58 persen dari tahun 2007. Dari New Zealand sudah berjumah 97.872, ini menurun 6,07 persen dari 2007. Tahun 2009 ? Tourist Authority of Thailand TAT memasang target 700.000 dari Australia and 100.000 dari New Zealand.
Muangthai berhitung dengan rinci seperti laiknya pedagang. Shenzhen Airlines baru saja membuka penerbangan Shenzhen-Bangkok tiga kali seminggu menggunakan Boeing 737-800. Akan menambah rute baru Shenzhen – Phuket mulai 1 Mei 2009 dua kali seminggu.
Apa perhitungan mereka? “It is a pleasure to have another airline providing services between Thailand and South China. We estimate that this direct flight will bring 20,000 more Chinese visitors to Thailand per year.”
Tambah lagi penerbangan dari China ke Muangthai, sehingga mulai April 2009, terlaksana operasi oleh 12 scheduled airlines dengan jumlah 111 direct flights per minggu antara kedua negeri ini. Tahun 2008 China sudah mengirimkan 826.131 wisman ke Muangthai, merupakan kelima terbesar setelah Malaysia, Jepang, Korea dan United Kingdom.
Mari kita lihat jumlah kunjungan wisman :
| Ke Indonesia |
2008 |
2009 |
Naik/Turun % |
Keterangan |
| Januari |
437.966 |
474.930 |
8,44 |
|
| Februari |
465.449 |
421.555 |
-9,43 |
|
| Maret |
511.214 |
509.041 |
1,85 |
|
|
|
|
|
|
|
| Ke Malaysia |
2008 |
2009 |
Naik/Turun % |
|
| Januari |
1,780,134 |
1,871,099 |
5.1 |
50% dari Singapura |
| Februari |
1,742,468 |
1,613,309 |
- 7.4 |
50% dari Singapura |
| Maret |
1,819,689 |
1,975,776 |
8.6 |
50% dari Singapura |
Wisman dari Australia ke Bali selama tiga bulan pertama 2009 naik 24.85 percent menjadi 71.970 dari 57.647 periode sama tahun sebelumnya. Tahun 2008 total dari Australia berjumlah 313.313 naik 52,68 % dari 2007 yang berjumlah 205.205.
Indonesia dan Malayia mencatat pengalaman serupa selama Januari-Maret di mana terjadi penurunan jumlah wisman dari Jepang, Taiwan, Korea, Emirate Arab.
Menurut Dijen Pemasarn Pariwisata, Sapta Nirwandar dari sepuluh fokus pasar utama ada sejumlah pasar seperti Australia, Malaysia, Timur Tengah, Eropa, dan Cina menunjukkan pertumbuhan cukup besar, sedangkan pasar seperti Singapura, Korea Selatan, dan Jepang menunjukkan pertumbuhan negatif.
“Terhadap pasar seperti Jepang, Korea dan Singapura ini kita akan gencarkan promosi antara lain dengan meningkatkan sales mission dan menawarkan paket-paket wisata menarik,” kata dia.
Secara keseluruhan periode Januari-Maret tahun ini mengalami pertumbuhan positif 0,04%. “Kita optimis pada April-Juni mendatang pertumbuhan itu akan melonjak tinggi karena memasuki musim turis atau high season,” kata Sapta Nirwandar.
Kalau pola peningkatan penurunan jumlah wisman kuartal pertama pada statistik di atas tampak sama antara Indonesia dan Malaysia, pola persaingan pada lapangan pertandingan yang lebih luas yang dihadapi Indonesia tahun 2009 terletak juga pada penambahan kapasitas angkutan udara. Dan kegiatan yang lebih dekat pada travel trade and aviation relationship activities.==
NewsStory terbaru ?















turut mensponsori Blogspot ini. Kami sangat menghargai semangat yang terkandung dalam sponsorship Depbudpar. Mari kita bicarakan, kita inspirasi, dan mendorong meningkatnya kegiatan bisnis kepariwisataan. Agar meluaskan peluang usaha, kesempatan kerja, dan penerimaan devisa berorientasi kesejahteraan bangsa. Bersama memajukan pariwisata, Indonesia Bisa !
____________________






___________________
_____________________
_______________________
sekitar 13 juta kini dilanda gizi buruk di negeri ini.
_____________________