…………Travel Tourism Indonesia…TTIspot

. . . . . . . . . . Mari kita monitor denyut nadi pariwisata. Lihat PILIH KATEGORI.

Tujuan Kebijakan Pariwisata Yad.

Ditulis oleh Arifin Hutabarat di/pada 11 Juni, 2009

Sekjen Depbudpar mengungkapkan

Kita sebenarnya memiliki Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2004-2025. Lalu Pemerintah membuat Rencana

Wardiyatmo

Wardiyatmo

Pembangunan Jangka Menengah RPJM 2004-2009. Dan, di bidang pariwisata, Depbudpar mempunyai RPJM 2004-2009 disebut sebagai Renstra – Rencana Strategis Pembangunan Pariwisata. Kini Depbudpar sedang menyusun Pembangunan Pariwisata -Jangka Panjang- Nasional 2009-2025. Begitulah diingatkan kembali oleh Wardiyatmo, Sekretaris Jenderal Depbudpar dalam satu pertemuan minggu lalu dengan pihak Care Tourism.

Tujuan yang ingin dicapai melalui rencana pembangunan nasional jangka panjang itu dinyatakan sebagai berikut:

1. MENINGKATKAN KEUNGGULAN BANDING DAN KEUNGGULAN SAING KEPARIWISATAAN INDONESIA DALAM PETA KEPARIWISATAAN REGIONAL MAUPUN INTERNASIONAL.

2. MEMBANGUN SEKTOR PARIWISATA SEBAGAI SALAH SATU PILAR UTAMA PEMBANGUNAN PEREKONOMIAN NASIONAL YANG BERKELANJUTAN, BERWAWASAN LINGKUNGAN.

3. MEMBANGUN SEKTOR PARIWISATA SEBAGAI INSTRUMEN STRATEGIS DALAM RANGKA PENANGGULANGAN KEMISKINAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI BERBAGAI WILAYAH DAN DESTINASI PARIWISATA.

Dengan RPJP 2009-2025 ini, Fokus Kedepan Pembangunan Kepariwisataan akan menggarap kegiatan-kegiatan 12 kategori, yaitu :

1.DAYA TARIK WISATA

2.AKSESIBILITAS

3.PRASARANA

4.FASILITAS PENUNJANG PARIWISATA

5.INVESTASI

6.PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

7.SISTEM INFORMASI

8.PEMASARAN DAN PROMOSI

9.SUMBER DAYA MANUSIA

10.KELEMBAGAAN

11.TATA RUANG

12.DEREGULASI DAN DEBIROKRATISASI

Dan semua itu akan dilaksanakan menurut tingkatan-tingkatan Nasional, Propinsi, Kabupaten/Kota dan Wilayah.

Bagaimana pula sesungguhnya perbandingan antara jumlah devisa yang dihasilkan dan jumlah devisa yang dikeluarkan pada kegiatan perjalanan pariwisata?

Wardiyatmo memberikan Neraca Perjalanan Pariwisata yang tergambar seperti ini (dalam jutaan USD):

Tahun        Inflows       Outflows      Net

2004         4.798          3.507           1.291

2005         4.316           3.651               665

2006         4.448          4.030               418

2007         5.346          4.904               442

2008*)      7.578         5.736            1.842

Jadi, menurut pendapat saya, dilihat dari neraca internasional pariwisata Indonesia, kentara sekali kita ini perlu meningkatkan pariwisata dalam negeri, seraya meningkatkan jumlah wisman, agar hasil net total devisa menjadi lebih tinggi. Kalau tidak, maka hasil devisa yang diperoleh dari kunjungan wisman akan tersisa dalam jumlah kecil sebagai penghasilan netto setelah dipotong atas nilai pengeluaran devisa oleh wisatawan kita yang bepergian ke luar negeri. Terlebih lagi jikalau untuk sementara waktu pada tahun-tahun dekat mendatang ini, warga Indonesia bersedia membatasi perjalanannya berwisata ke mancanegara. Maka hasil net neraca internasional pariwisata akan membesar. Tetapi tentu saja keadaan seperti itu akan menimbulkan ketimpangan di sisi lain, yakni akan berkurangnya volume bisnis travel agent untuk outbound travel, dan berkurangnya volume bisnis penerbangan internasional.Yah, bagaimana menciptakan keseimbangan, atau titik equilibrium?

Sementara itu, berdasarkan data yang disajikan oleh Sekjen Depbudpar, tampak kita memang masih menghadapi tingkat daya saing yang lebih rendah dibandingkan negara destinasi pesaing. Dan itu merupakan PR bagi stakeholders kepariwisataan Indonesia.==

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>