Menyongsong Bisnis Semester Kedua 2009
Ditulis oleh Arifin Hutabarat di/pada 21 Juni, 2009
Apalagi harus dilakukan?

Sapta Nirwandar

Henry Hutabarat

Wayan Supandi
Teman kita di Bali, Wayan Supandi, mungkin mengutip satu pernyataan yang bombastis namun menggembirakan, ketika ditulisnya memo ke spot ini: Global Recession be Damned! Bali Arrivals are Growing. Dirjen Pemasaran Pariwisata, Sapta Nirwandar di Jakarta, meyakinkan kita pariwisata Indonesia cukup ‘imun’ terhadap krisis ekonomi global, karena ternyata jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada periode Januari – April 2009 mencapai 1.893.155 orang atau tumbuh sebesar 1,53%, naik 28.570 orang dibanding periode yang sama tahun 2008 sebesar 1.864.585 orang. Dari Medan, Henry Hutabarat mengabarkan, pada Sumatra International Travel Fair awal Juni ini, hasilnya 14 tour operator Eropa berkomitmen akan mengirimkan wisman ke Sumatra.
Supandi mengabarkan data statistis dari Bali seperti ini. Jan-Apr 2009 ke Bali telah mencapai 645.061 yang berarti naik 8,15% dari periode sama tahun lalu 596.469. Yang meningkat lainnya dalam perbandingan periode serupa, adalah wisman dari Australia menjadi 102.179, naik 30,08% ; China naik 54,03%; Malaysia +37,70%; Rusia +4.75%; Belanda +0.42% dan Prancis +25,32%.
Yang turun justru dari Jepang -7,45%, Taiwan -23,24%, Korea Selatan -5,62%, U.S.A. -1.80%, Jerman -11,66% dan United Kingdom -6,50%.
Dirjen Sapta NIrwandar mengumumkan pertumbuhan selama empat bulan pertama 2009, sebenarnya bukan saja meningkat, tetapi mencerminkan satu pola distribusi wisatawan yang semakin patut diperhatikan dan sebaiknya didorong. Lihatlah perbedaan tingkat pertumbuhan ini. Melalui bandara Ngurah Rai Bali, dinyatakan jumlah wiusman sebesar 676.336 orang atau naik 8,79%, Polonia Medan 45.479 orang naik 26,59%, Juanda Surabaya 45.224 naik 8,90%, Minangkau Padang 17.415 orang naik 84,93%, Sam Ratulangi Manado 8.749 naik 55,95%, Sultan Syarif Kasim II sebanyak 6.119 orang naik 44,08%, Entikong 6.112 orang naik 11,13%, Makassar 4.110 orang naik 758,04%, Sepinggan 3.426 orang naik 1,03% dan pintu lainnya 219.548 naik 0,12%.
Pertumbuhan relatif jauh sangat tinggi telah terjadi di bandara di luar Bali. Itu mencerminkan telah mulai membuahkan hasil adanya pembukaan penerbangan langsung ke Malaysia dan Singapura. Kendati jumlah absolutnya relatif kecil, namun bilamana pola pertumbuhan persentase bisa berlangsung sama pada periode mendatang, maka distribusi wisman ke luar pulau Jawa dan Bali bisa diharapkan akan melaju.
Dari Medan, Henry Hutabarat mengabarkan, pada Sumatra International Travel Fair yang dilaksanakan di Padang 5-7 Juni ini, diperoleh hasil berupa adanya 14 tour operator dari Eropa sebagai buyer telah memberikan komitmen akan mengirimkan wisman ke Sumatra. ”Ya, tahap sekarang untuk destinasi Sumatra Utara dan Sumatra Barat terlebih dahulu,” ditegaskan oleh Henry.
Dari perspektif perbandingan, Dirjen Sapta Nirwandar menyebutkan Singapura, Thailand, dan Jepang pada periode yang sama mengalami pertumbuhan negatif. Pariwisata Singapura pada Januari-April tumbuh minus 11,8% (turun 401.957 orang), Thailand pada Januari minus 19,69% (turun 206.322 orang ), begitu pula Jepang pada Januari-Maret 2009 tumbuh minus 27,2% (turun 582.259 orang). Dapat dipastikan penurunan itu kebanyakan datang dari akibat berkurangnya long haul tourists; yakni dari Eropa, Amerika dls. Dan khususnya Thailand tentu berkaitan dengan krisis politik yang melanda dan berakibat situasi tidak aman di bandara internasional Bangkok.
Jadi, dari keterangan Dirjen Pemasaran sesungguhnya terungkap betapa Indonesia dewasa ini sungguh harus mengoptimalkan dua macam pasar utama, yakni regional dekat ke Timur Tengah dan Australia, dan, negeri jiran terdekat. Khususnya Australia, krisis ekonomi global telah menyalakan lampu kuning bagi pariwisata negeri Kanguru itu, baik untuk outbound long-haul yang berkurang, maupun untuk inbound karena pasar Jepang pun telah dirasakan menurun drastis.
Maka sama seperti Australia dan Malaysia, kita di Indonesia juga bersaing dengan mereka dalam memperebutkan wisman dari China dan India. Di samping juga masing-masing masih berupaya bersaing merebut kunjungan wisman dari Jepang dan Korea Selatan. Masalahnya tentu, taktik bagaimana yang lebih unggul?
Kerja keras
Dilihat dari berbagai kegiatan promosi dan yang mengandung promosi yang diselenggarakan oleh Indonesia selama semester pertama 2009, suasana kerja keras memang tercermin. Sebagian di antara kegiatan itu dapat kita lihat dari daftar ini:
Menbudpar Resmikan Taman Indonesia di Parc Paradisio Belgia. Depbudpar Gelar Trail of Civilization 2009 di Borobudur. Festival ‘BIF 2009′ , Borobudur International Festival. RI Berpartisipasi pada ‘Festival Bunga Kimilsungia’ dan ‘April Spring Friendship Art’ di Pyongyang Korea Utara. Depbudpar Gelar Festival Indonesia di London. Jelang Musim Liburan Sekolah Depbudpar Gelar ‘Pameran Wisata Jelajah Negeriku’ di Mall-mall Jakarta. Festival Budaya Danau Sentani di Papua. Gebyar Wisata Nusantara 2009 di Jakarta. 10 Performer Tampil di IPAM 2009 di Surakarta. Philip Kotler dan Hermawan Kartajaya Dinobatkan Sebagai Duta Pariwisata Indonesia. Beberapa Event dalam promosi MICE.
Major event yang diikuti di pasar internasional antara lain ITB Berlin, WTM London, ATF ASEAN di Hanoi, event MATTA di Kuala Lumpur dan NATAS di Singapura.
Di dalam negeri, antara lain World Ocean Conference di Manado, Sail Bunaken di Sulawesi Utara, Bali Triathlon 2009, Tour de Singkarak, dls.
Memang dilihat dari jumlah, tak kurang 436 kegiatan pemasaran yang didaftar oleh Depbudpar untuk pemasaran di luar dan dalam negeri tahun 2009 ini.
Akan tercapaikah target 6,4 atau 6,5 juta wisman tahun 2009 ini? Menurut hemat saya, berdasarkan angka jumlah wisman periode Jan-Apr 2009 dikutip di atas, dan trend dari kegiatan maskapai penerbangan, target tersebut sudah nyaris dapat dipastikan tercapai.
Untuk wisata dalam negeri, rasanya memang akan meningkat lagi dibandingkan tahun lalu. Ada dua alasan utama. Pariwisata dalam negeri, masih tetap mengandung unsur dorongan yang alamiah meningkart dari tahun ke tahun. Kini ditambah pula diadakannya strategi yang dilaksanakan untuk dengan sengaja dan sistimatis mendorongnya. ===

NewsStory terbaru ?














turut mensponsori Blogspot ini. Kami sangat menghargai semangat yang terkandung dalam sponsorship Depbudpar. Mari kita bicarakan, kita inspirasi, dan mendorong meningkatnya kegiatan bisnis kepariwisataan. Agar meluaskan peluang usaha, kesempatan kerja, dan penerimaan devisa berorientasi kesejahteraan bangsa. Bersama memajukan pariwisata, Indonesia Bisa !
____________________






___________________
_____________________
_______________________
sekitar 13 juta kini dilanda gizi buruk di negeri ini.
_____________________