Media Center Depbudpar di Padang
Ditulis oleh Arifin Hutabarat di/pada 8 Oktober, 2009

Surya Dharma
Depbudpar telah membangun media center di Inna Muara Hotel Padang yang terhubung dengan media center di Pusat Informasi dan Humas Depbudpar Jakarta, segera setelah gempa dahsyat itu terjadi. Media center tersebut membantu informasi kepada masyarakat agar tidak simpang-siur tentang perkembangan kejadian peristiwa khususnya yang menyangkut bidang kebudayaan dan kepariwisataan.
Media center itu akan aktif selama satu bulan sejak peristiwa terjadinya gempa, diterangkan oleh Surya Dharma, Kepala Pusat Informasi dan Humas Depbudpar. Dia baru saja kembali kemarin dari Padang, setelah berada di sana sejak Kamis malam keesokan hari dari terjadinya gempa berskala 7,6 Skala Richter pada Rabu sore 30-9-2009. 
Depbudpar bersama Dinas Budpar Sumbar menurunkan tim teknis ke Kota Padang sekitarnya, Kota Pariaman sekitarnya, serta Kota Bukittinggi sekitarnya untuk mendata sarana pariwisata dan bangunan cagar budaya (BCB) yang rusak akibat terkena gempa.
Surya Dharma mengatakan, seluruh hotel berbintang di kota Padang mengalami kerusakan berat sehingga tidak ada yang bisa beroperasi. Menurut kesan pertamanya, dibutuhkan dua sampai tiga tahun untuk membangun kembali fasilitas perhotelan di kota Padang, yang berarti kegiatan pariwisata di kota itu sendiri pun akan terkendala.
Petugas-petugas dari Humas Depbudpar ditempatkan di Media Center tersebut.
Pembentukan media center seperti ini, menurut Dirjen Pemasaran Pariwisata Sapta Nirwandar, untuk kesekian kalinya dilakukan antara lain ketika terjadi peristiwa musibah tsunami Aceh, gempa di Yogyakarta, maupun aksi teror bom Bali dan bom Ritz Carlton dan JW Marriott di Mega Kuningan Jakarta belum lama berselang.
Pusformas Depbudpar mengabarkan, Pemkot Pariaman memperkirakan kerugian dari kerusakan fasilitas kebudayaan dan pariwisata (Budpar) di Kota Pariaman tersebut mencapai Rp 6,680 miliar . Untuk kerusakan obyek wisata di Pantai Kata, Pantai Cermin, dan Pantai Gandoriah kerugiannya mencapai Rp 4,430 miliar, hotel/penginapan dan restoran Rp 1,250 miliar, dan benda cagar budaya Rp 1 miliar.
Fasilitas hotel dan penginapan yang rusak adalah Hotel Nan Tongga, Hotel Tazkia, Penginapan Cindua Mato, Hotel Syafira, Hotel AtamiBe dan Wisma Esra. Sedangkan restoran dan rumah makan yang rusak berat sebanyak 20 unit, rusak menengah 32 unit, dan rusak ringan 42 unit.
Sementara ini, Tim survei Depbudpar bekerjasama dengan Dinas Budpar Sumbar melaporkan, akibat peristiwa gempa 7,6 SR pada Rabu sore (30/9) menyebabkan sejumlah fasilitas obyek wisata di Pantai Kata seperti jembatan wisata, jalan sepanjang 30 km, 4 unit gazebo, 1 unit pujasera , dan areal parkir mengalami rusak sedang. Diperkirakan kerugian mencapai Rp 2,78 miliar.
Kerusakan juga terjadi di obyek wisata Pantai Cermin. Sarana umum seperti areal parkir, 1 toilet umum dan 4 unit gazebo mengalami kerusakan sedang. Diperkirakan kerugian mencapai Rp 275 juta.
Sementara itu kerusakan lebih besar terjadi di Pantai Gandoriah. Fasilitas seperti menara pengawas pantai, areal parkir, pedestrian pantai, kantor pusat informasi wisata, taman dan arena permainan, serta 1 unit gazebo mengalami kerusakan berat hingga sedang. Diperkirakan kerugian mencapai Rp 1,375 miliar. ==
NewsStory terbaru ?















_______________________
turut mensponsori Blogspot ini. Kami sangat menghargai semangat yang terkandung dalam sponsorship Depbudpar. Mari kita bicarakan, kita inspirasi, dan mendorong meningkatnya kegiatan bisnis kepariwisataan. Agar meluaskan peluang usaha, kesempatan kerja, dan penerimaan devisa berorientasi kesejahteraan bangsa. Bersama memajukan pariwisata, Indonesia Bisa !
____________________






___________________
_____________________
sekitar 13 juta kini dilanda gizi buruk di negeri ini.
_____________________