…………Travel Tourism Indonesia…TTIspot

. . . . . . . . . . Mari kita monitor denyut nadi pariwisata. Lihat PILIH KATEGORI.

Pariwisata Kini menjadi Profit atau Revenue Center

Ditulis oleh Arifin Hutabarat di/pada 26 Oktober, 2009

Pariwisata, profit center

Pariwisata, profit center

Menbudpar

Menbudpar

Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) kini masuk dalam koordinasi Menko Perekonomian dan bukan lagi di dalam kelompok koordinasi Menko Kesejahteraan Rakyat. Makna lainnya, ibarat dalam suatu korporit atau perusahaan besar, Depbudpar menjadi profit center atau revenue center, dan bukan lagi cost center. Bidang Kesejahteraan boleh dikatakan merupakan “pos pengeluaran biaya” tanpa diharapkan memberikan penghasilan langsung secara ekonomi, namun fungsinya memang melayani dan meningkatkan “kesejahteraan” masyarakat. Instansi-instansi Bidang Perekonomian, selain mengeluarkan “biaya operasional”, secara langsung sekaligus mengalirkan output “penghasilan – revenue” bagi negara dan masyarakat.

“Masuknya Depbudpar di bawah Menko Perekonomian akan membuat peran ekonomi pariwisata semakin jelas, kontribusi terhadap perekonomian nasional diharapkan semakin besar,” kata Menbudpar Jero Wacik seusai menghadiri acara syukuran atas terpilihnya kembali sebagai Menbudpar dalam Kabinet Indonesia Bersatu II (2009-2014) di Balairung Gedung Sapta Pesona Jakarta, Kamis (22/10).

Menbdupar Jero Wacik memberi perumpamaan, bila dana promosi pariwisata ditingkatkan, devisa dari kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) akan semakin besar. “Seandainya budget kita sebesar Rp 5 triliun, kontribusi pariwisata tahun 2013 bisa mencapai Rp 250 triliun,” katanya.

Kontribusi tersebut diperoleh dari devisa kunjungan wisman sebesar US$ 10 miliar atau sekitar Rp 100 triliun dan pengeluaran wisatawan nunsatara (wisnus) sebesar Rp 150 triliun.

Depbudpar dalam Kabinet Indonesia Bersatu pertama (2004-2009) di bawah koordinasi Menko Kesra. Perolehan devisa pariwisata tahun 2008 sebesar US$ 7,3 miliar dari kunjungan 6,4 juta wisman. Tahun 2010 target kunjungan wisman ditingkatkan menjadi 7 juta orang, sedangkan dalam R-APBN 2010 dianggarkan akan menjadi sebesar Rp 1,3 triliun.

Sementara itu UN-WTO baru saja juga mengeluarkan satu Laporan berisi “Road Map to Recovery “ dan salah satu intinya menyatakan bahwa “Travel & tourism can play an essential role in the post-crisis recovery by providing jobs, infrastructure, stimulating trade and aiding development and should thus be a key consideration at future global economic summits.

“Today world leaders are working together in ways that would have been unimaginable at any time in the past, to coordinate and collaborate on their economies, their climate response and their development agenda.”

It says that the current crisis offers opportunities for the tourism sector to step up investment in human resources, in better market knowledge and in technology and innovation, as well to rethink the existing growth models and embrace the principles of sustainable development. ===

Satu Tanggapan ke “Pariwisata Kini menjadi Profit atau Revenue Center”

  1. Benno Karamoy berkata

    Selamat untuk Pa Jero Wacik yang dipercaya ke-2 kalinya menjabat Menteri Kebudyaan & Pariwisata. Kalau sekarang jadi revenue/profit centre, berarti “modal” yang disediakan pemerintah untuk peningkatan sarana & prasarana Budaya & Pariwisata juga harus ditingkatkan dong. Semoga dengan sendirinya juga meningkatkan kesempatan lapangan kerja di bidang Budaya & Pariwisata. Kita tunggu aktualisasinya.

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>