…………Travel Tourism Indonesia…TTIspot

. . . . . . . . . . Mari kita monitor denyut nadi pariwisata. Lihat PILIH KATEGORI.

Arah Pemasaran Pariwisata 2010-2014

Posted by Arifin Hutabarat pada 25 Januari, 2010

Syamssul Lussa

Mulai tahun 2010, Amerika Serikat dan Taiwan dimasukkan kembali sebagai dua di antara 15 fokus pasar wisman bagi Indonesia, tetapi Filipina tidak lagi sebagai fokus pasar. Maka kini 16 fokus pasar wisman untuk Indonesia terdiri dari : Australia, Singapura, Malaysia, Korea Selatan, India, Jepang, Cina, UAE, Saudi Arabia, Rusia, Jerman, Perancis, Belanda, Inggris, Amerika Serikat dan Taiwan. Demikian menurut Direktur Pengembangan Pasar, Kemenbudpar, Syamsul Lussa.

Direktorat Jendral Pemasaran Pariwisata untuk periode 2010-2014 hendak melaksanakan kegiatan pemasaran dengan tiga basis utama, yaitu: (1) Meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara sebesar 20% secara bertahap dalam lima tahun. (2) Mempromosikan 10 tujuan pariwisata Indonesia melalui saluran pemasaran dan pengiklanan yang kreatif dan efektif. (3) Melakukan konsolidasi akses transportasi mancanegara dan dalam negeri, terutama ke 10 tujuan pariwisata Indonesia.

Dalam salah satu paparan dari Dirjen Pemasaran Pariwisata Kemenbudpar, Sapta Nirwandar, berkaitan itu, mengungkapkan strategi pemasarannya mencakup ide membangun country image akan dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat, untuk image destinasi pariwisata hendaknya dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah, sedangkan mengenai promosi produk pariwisata oleh pihak swasta atau industri.

Strategi pemasaran akan berfokus dengan menerapkan horizontal marketing, antara lain menggunakan on-line. Melaksanakan integrated marketing communication, yang mencakup kegiatan public relations melalui penyebaran materi yang kuat dengan news value, melaksanakaan co-marketing, dan meningkatkan peran VITO, – Visit Indonesia Tourism Office. Vito merupakan kantor-kantor yang ditunjuk mempromosikan pariwisata di 10 kota internasional. Selain itu, juga kerjasama dengan KBRI.

Adapun pemasaran produk wisata, akan difokuskan dengan thematic product, seperti tema tour untuk menikmati spa, diving, golf dst. Produk di luar kaitan alam dan budaya, mencakup religious tourism, green tourism, MICE dst.

Arah dan strategi pemasaran tersebut, hendak dilaksanakan melalui pokok-pokok program pemasaran, meliputi : (1) Fasilitasi consumer show , direct selling di luar negeri. (2) Familiarization trip untuk wartawan, tokoh dan selebritis dari luar negeri ke Indonesia. (3) Skema pemberian stimulus. (4) Publikasi destinasi pariwisata. (5) Mendorong kegiatan pariwisata dalam negeri, wisnus. (6) Penambahan aksesibilitas udara dan (7) Meningkatkan kualitas pelayanan termasuk di bandara, taksi, Visa on Arrival, dls.

Iklan

16 Tanggapan to “Arah Pemasaran Pariwisata 2010-2014”

  1. TErima kasih atas tips yg diberikan semoga bermanfaat utk semua

  2. donald said

    Terima kasih buat informasi berharga ini. Izinkan saya untuk membagikan informasi ini kepada teman2 pariwisata di komuniti saya.
    Salam Hormat.

  3. Artikel anda sungguh menarik. Indonesia yang kaya akan tempat2 mempesona mestinya bisa mendatangkan lebih banyak lagi para wisatawan.

    Salam Sukses

  4. Bagaimana kalau kita undang (offline & online) wisman yang pernah mengunjungi DTW Indonesia menulis kesan-kesan mereka atau/dan kumpulan photos obyek wisata kita online (virtually), atau book reviews and articles on Indonesian Tourism Industry?

    Sebagai imbalan untuk penulis (web and/or blogs) tersebut, Kemenbudpar dan/atau kementerian lainnya memberikan downloadable ebooks (Doc’s & PDF’s) on Indonesia’s Places & points of intertest and other related tourism publications, atau our selected photos dan/atau videos secara GRATIS?

    Seyogianya kita berterima kasih kepada orang asing yang telah mempromosikan Industri Pariwisata kita offline & online (mempergunakan ICT). Barangkali, BALI tidak akan mencapai kemajuan dalam bidang pariwisata (termasuk all related events) seperti sekarang, kalaulah kita tidak dibantu mereka lewat tulisan dan aneka ragam promotion materials & sales campaigns
    (online & off-line). Bukankah Tuhan YME mengajar kita untuk selalu bersyukur?

    Negara tetangga kita, Australia, memberikan contoh aneka virtual sales campaign materials (downloadable and free of charge doc’s & pdf’s)yang amat lengkap. Bahkan mereka memberikan kursus gratis (worldwide) untuk bisa menjadi “Australian Tourism Specialist”.

    Dosakah kita kalau kita meniru cara-cara / kegiatan-kegiatan promosi mereka kita tiru?

  5. Perbaikan: Mohon kata-kata “kita tiru” pada akhir kalimat Dosakah … Seharusnya kalimat itu berbunyi: “Dosakah kita kalau kita meniru (adopt and adapt) cara-cara / kegiatan-kegiatan promosi mereka?

    Terima kasih.

  6. Sebuah ulasan yang sangat komprehensif, cerdas dan profesional. Terimakasih bung sharing info dan knowledge-nya, keep writing dan salam sukses.

  7. Ulasannya sangat menarik. Kami sayangkan dibeberapa destinasi di beberapa daerah bukannya pariwisatanya maju, malah cenderung jalan ditempat, bahkan berjalan mundur. Kami sangat menyayangkan berapa banyak website yang dibuat oleh Dinas Pariwisata, content-nya bisa dikatakan penuh dengan “Iklan Adsens” yang yang sourcenya datang dari website yang pemiliknya dari luar negeri semua dan website itu bisa dikatakan jarang diupdate (yang update cuma ada beberapa web saja salah satunya http://www.indonesia.travel). Kemudian masuk ke tingkat daerah, isi websitenya hampir tidak pernah di update, informasinya serba tanggung dan tidak fokus malah cenderung meng”copy” paste dari sumber web lain, apa yang bisa diharap dari sisi memarketingkan indonesia model seperti ini?… Iklan adsens yang ada diwebsite kalau di klik oleh pengunjung akan lari ke website orang luar dan yang memasang iklan itu mendapatkan uang dari hasil numpang diwebsite pemerintah. Ini hal yang kami rasa tidak wajar dilakukan diwebsite Dinas Pariwisata. Pengalaman yang mungkin sedikit lucu yang pernah kami alami saat melakukan Diving disalah satu dive spot di Indonesia, dive guidenya bukannya orang Indonesia, tapi orang bule. Menurut kami ini adalah gambaran nyata bahwa kedepan nanti kita hampir tidak bisa menjadi tuan rumah dinegara sendiri.

  8. LUQMAN MONOARFA said

    Sungguh mengherankan kalau anggaran terlalu besar dikeluarkan untuk promosi sedangkan sumberdaya manusia tidak di persiapkan secara spesifik banyak hal ini terbelengkai,apakah promosi pariwisata indonesia masih dibutuhkan ?,kalau hitungan pendapatan perkapita hasil dari pariwisata sangat besar namun yang mersakan hasilnya masih dalam kapasitas terbatas karena tdk ada kejelasan kepublik secara luas berapa yg di peroleh dari setiap para pelaku pariwisata perorangan bahkan perusahaan bahkan pemerintah kewalahan mengeluarkan dana promosi yg tiap tahun mengalami kenaikan Dunia sdh mengetahui indonesia namun akses mengalami penurunan akibat apa yg di jual dan apa yg di tawarkan yg dapat turis asing bisa berlama-lama tinggal di indonesia bahkan turis lokal masih ragu-ragu dalam melakukan perjalanan kedaerah-daerah halini juga akibat pengaruh kondisi ekonomi terkecuali mudik yg dapat mengahsilkan APBD namun setelah itu tidak jelas arah kan dikemanakan turis lokal ditawarkan dgn produk lokal jelas tdk akan menarik perhatian inilah kekurangan kondisi promosi pariwisata di indonesia….

  9. dressesa said

    wah mantap sekali rancangannya,semoga sukses pak.

  10. […] seyogyanya mengacu pada arah pemasaran pariwisata di Indonesia sebagaimana yang diuraikan pada tautan ini: Direktorat Jendral Pemasaran Pariwisata untuk periode 2010-2014 hendak melaksanakan kegiatan […]

  11. Harri said

    Nice info, semoga keindahan Indonesia bisa lebih dikenal di mancanegara.

  12. Sandy said

    Informasi yang menarik, terimakasih telah berbagi..

  13. monica said

    strategi pemasaran yang oke

  14. Florida said

    I appreciate it for posting “Arah Pemasaran Pariwisata 2010-2014 « …………Travel Tourism Indonesia…TTIspot”.
    I actuallymay certainly wind up being back for a great deal more reading and
    commenting soon. I am grateful, Lona

  15. Kalau dilihat dari stretegi diatas sepertinya, bakalan sukses besar nih

  16. […] Arah dan strategi pemasaran tersebut, hendak dilaksanakan melalui pokok-pokok program pemasaran, meliputi : (1) Fasilitasi consumer show , direct selling di luar negeri. (2) Familiarization trip untuk wartawan, tokoh dan selebritis dari luar negeri ke Indonesia. (3) Skema pemberian stimulus. (4) Publikasi destinasi pariwisata. (5) Mendorong kegiatan pariwisata dalam negeri, wisnus. (6) Penambahan aksesibilitas udara dan (7) Meningkatkan kualitas pelayanan termasuk di bandara, taksi, Visa on Arrival, dan lain sebagainya. | traveltourismindonesia.wordpress.com […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: