…………Travel Tourism Indonesia…TTIspot

. . . . . . . . . . Mari kita monitor denyut nadi pariwisata. Lihat PILIH KATEGORI.

Penjualan On-line Pariwisata di Beberapa Negara

Posted by Arifin Hutabarat pada 8 Agustus, 2010

Peran media on-line di bisnis pariwisata tak diragukan lagi semakin menguat. Di Indonesia pun perkembangan itu sedang meluncur, kendati belum maju pesat. Untuk membandingkan proses yang sedang berlangsung di berbagai negara sumber turis untuk Indonesia, tulisan di bawah  ini telah dimuat di Newsletter PARIWISATA INDONESIA edisi Juli 2010, dari Ditjen Pemasaran Kemenbudpar).

Belanda

Penjualan online terus berkembang dengan tingkat pertumbuhan 20% lebih. Total tahun 2008 penjualan online sudah mencapai nilai EUR 2,3 miliar. Nilai ini merupakan 24% dari total nilai penjualan pada 2008.

Biro Perjalanan TUI Nederland BV merupakan agen terbesar di Belanda. Mencatat penjualan sekitar  EUR 1,5 miliar tahun 2007, dengan pangsa pasar 15%. Beradaptasi menggunakan Internet untuk pasar eceran. Populer dengan situsnya lastminute.nl, melayani orangorang yang mengambil keputusan last

minute untuk melakukan perjalanan.

Agen lainnya, BCD memimpin dalam

teknologi Internet. Mengoperasikan

beberapa merek untuk penjualan ritel,

sekaligus mengembangkan infrastruktur

Internet dan melayani pemesanan

teknologi online bagi banyak perusahaan

perjalanan lainnya.

Dengan internet sebagai alat baru untuk

menjual produk perjalanan, muncul

beberapa pendatang baru di pasar ritel.

Para penjual langsung pun mulai beralih

menjadi pemain pasar utama di penjualan

online, sampai memasuki pasar

langsung ke dalam rumah tangga.

Korea Selatan

Di antara wisatawan outbound,

34,1% memperoleh informasi dari Internet

dalam persiapan untuk sebuah perjalanan

keluar di tahun 2007, yang lebih

tinggi dari 27,7% yang menggunakan

agen perjalanan. Online Travel Agent,

salah satu kunci agen perjalanan online,

me-ngalami 33% kenaikan penjualan

bera-sal dari wisatawan outbound pada

ta-hun 2007, penjualan tiket pesawat

dan kamar hotel online juga meningkat.

Lima operator tur besar di Korsel

meng-klaim hampir 50% dari total nilai

ritel perjalanan di Korea Selatan.

Pada tahun 2008, gabungan penjualan

online produk-produk wisata diluncurkan

sebagai percobaan. Jenis baru online

ini menjual seperti sebuah pasar

ter-buka di mana semua agen perjalanan

anggota dapat memposting produk

mereka. Perwakilan agen perjalanan direkrut

dari setiap daerah, dan setiap anggota

didorong untuk mengembang-kan

produk-produk khusus. Setelah produk

terbukti populer dan kompetitif, para

anggota secara bersama-sama men-jual

produk-produk tersebut. Masih ha-rus

dilihat apakah konsep baru ini da-pat

sesukses pasar terbuka yang men-jual

barang-barang berwujud.

Jepang

Penjualan lewat internet akan terus

bertumbuh. Konsumen ini akan menjadi

lebih percaya diri dalam membeli

produk perjalanan dan wisata secara

online, karena situs perusahaan travel

menjadi lebih canggih, lebih aman dan

lebih mudah digunakan. Transaksi

melalui internet diharapkan meningkat

70% secara konstan dengan proyeksi

hingga ¥ 869 miliar pada tahun 2013.

Ini akan setara dengan 12% dari total

penjualan.

Tetapi, kendati penetrasi internet

meluas ke rumah tangga, banyak konsumen

yang online untuk mengumpulkan

informasi pada hari libur mereka

atau membuat rencana liburan. Toh, kebanyakan

tidak membeli produk secara

online. Pelanggan umumnya merasa

bahwa ritel travel tradisional lebih dapat

diandalkan, terutama untuk produk

perjalanan luar negeri yang mahal. Selain

itu juga banyak orang Jepang yang

tidak suka menggunakan kartu kredit

untuk pemesanan online demi alasan

keamanan.

Australia

Meskipun masih merupakan segmen

yang kecil, paket spa mengalami

perkembangan paling cepat pada tahun

2008, naik sebesar 32%

Warga Australia telah bergeser kembali

ke agen perjalanan, karena menyadari

bahwa travel on-line seringkali

tidak bisa memuaskan kebutuhan

wisatawan yang semakin bervariasi.

Hal ini karena warga Australia semakin

banyak bepergian untuk memanjakan

kepentingan mereka, dan memuaskan

kebutuhan-kebutuhan khusus yang

memerlukan jasa agen perjalanan. Termasuk

untuk spa.

Pemesanan secara on-line di ritel

travel mencapai 11% dari total pasar

ritel travel, sebagian besar berasal dari

transaksi sederhana seperti dari penerbangan

atau pemesanan hotel. Untuk

transaksi yang lebih kompleks dan

bernilai tambah, agen perjalanan masih

jadi pilihan dominan, walaupun warga

Australia, karena keakraban dan tingkat

penyerapan internet yang tinggi,

biasanya meneliti pilihan mereka secara

on-line sebelum datang ke agen perjalanan.

Lebih lanjut, dengan sejumlah besar

informasi yang tersedia bagi wisatawan

on-line, warga Australia semakin mencari

lokasi-lokasi yang lebih eksotis,

dan ini menginspirasi mereka untuk

bepergian ke lokasi di mana penggunaan

agen perjalanan untuk mengatur

liburan mereka diperlukan.

Jerman

Pemesanan on-line kian bertumbuh di

semua pasar yang relevan, dengan penetrasi

broadband yang meningkat, dan

kebiasaan konsumen pun bergeser lebih

jauh. Selain itu, pemesanan online didorong

oleh aktivitas yang kuat dari sisi

penawaran, termasuk pengembangan

dan peningkatan website/portal, aliansi

strategis dalam bentuk penjualan layanan

pelengkap dan iklan yang kuat.

Pangsa pasar internet tertinggi di

transportasi udara (43%), diikuti oleh

rental mobil (30%) dan hotel (24%).

Sebaliknya, internet belum memiliki

kepentingan yang sama untuk produk

ritel seperti perjalanan paket liburan.

Peran internet dalam penjualan ritel

perjalanan dan industri pariwisata

diperkirakan akan meningkat lebih lanjut.

Pada tahun 2013, penjualan internet

diharapkan mencapai 69% di bidang

transportasi udara, bagian 49% dari

penjualan mobil sewa, pangsa 48% dari

penjualan hotel, dan 48% dari penjualan

ritel perjalanan. Pertumbuhan akan ditopang

oleh kenaikan terus-terusan dalam

jumlah konsumen Jerman dengan

akses internet broadband. Keakraban

lebih besar dengan website yang menjual

produk pariwisata. Dan, tumbuh

kebiasaan menggunakan internet bukan

hanya sebagai sumber informasi, tetapi

juga untuk melakukan pembelian.=

Iklan

Satu Tanggapan to “Penjualan On-line Pariwisata di Beberapa Negara”

  1. diahazel said

    sekarang tekhnologi semakin maju, harusnya Indonesia bisa menggunakan tekhnologi informasi lebih baik lagi..bagaimanapun wisata Indonesia memiliki keragaman yang luar biasa dan tidak banyak negara yang diberi berkat seperti ini. jangan cuma terpaku pada cara convensional…bravo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: