…………Travel Tourism Indonesia…TTIspot

. . . . . . . . . . Mari kita monitor denyut nadi pariwisata. Lihat PILIH KATEGORI.

Perlu Gerak Cepat di ASEAN

Posted by Arifin Hutabarat pada 28 Februari, 2011

Analisis Berita: Indonesia meluncurkan branding baru, “Wonderful Indonesia”, STB (Singapore Tourism Board) kini mengganti brandingnya dari tadinya “Uniquely Singapore” menjadi “YourSingapore”. Singapura memang mengaku keberhasilannya yang istimewa tahun 2010, terutama didongkrak oleh wisatawan dari negeri-negeri tetangga di Asia, utamanya etnis China. Kalangan ini sungguh penggemar berat “permainan uang” alias bermain di kasino. Sejak dua kasino besar di tengah resor yang baru dibangun, beroperasi di negara kota ini, kasino telah dipenuhi oleh “Chinese” yang datang dari daratan RRC, dari Hong Kong, juga dari Indonesia, Malaysia dan Thailand. Tahun 2010 Singapura mencatat 11,6 juta wisman yang masuk, berarti naik 20,2 persen dari tahun 2009. Mereka berhasil memasarkan kasino dan Universal Studio. Pasar Eropa, Australia, AS, Jepang, dianggap sebagai pasar yang sudah “matured” atau jenuh untuk sementara ini, maka pasar Asia melonjak. Jumlah turis dari Hong Kong, Indonesia, Malaysia, Thailand, Korea Selatan meningkat 30 %, jumlah wisman dari China, Filipina, Taiwan, Vietnam bertumbuh lebih 20 %. Dari India tumbuh 14,2 %, bahkan dari Timur Tengah 25 %.

   Singapura, sebuah negara kota, mau tak mau harus memajukan terus aksesibilitas udaranya. Maskapainya Singapore Airlines saja terbang ke 62 kota yang tersebar di 34 negara. Dan terus meluaskan jangkauan ke kota-kota lain di dunia. Indonesia menuju ke tahun 2015 tampak masih banyak bergantung dan terbatas pada maskapai Garuda Indonesia, yang terbang terbatas ke kota-kota di Asia, Australia, dan hanya Amsterdam di Eropa.

   Memang, dilihat dari rencana penambahan armada oleh maskapai Garuda dan Lion Air, menjelang tahun 2014 mungkin bisa diharapkan terbukanya penerbangan langsung ke kota lain di Eropa, sampai Amerika. Perkembangan ke arah ini baik pula dicermati. Kalau Garuda berencana memiliki lebih 100 pesawat dan Lion Air berencana akan memiliki sekitar 150 pesawat di armada mereka, ke manakah hendak diterbangkan? Indonesia AirAsia sementara ini telah mengumumkan mengubah pasar utamanya ke negara tetangga, dan mengurangi jaringan rutenya di dalam negeri. Pasar penumpang penerbangan di dalam negeri tahun 2010 diperkirakan mencapai 50 juta, naik dari sekitar 43 juta tahun 2009, namun sebagian besar gejalanya akan didominasi oleh Lion Air dan Garuda Indonesia, ditambah airlines nasional lain yang pada realitasnya beroperasi seperti LCC (Low Cost Carrier), no-frill flights.

   Direktur dan CEO Asosiasi Perusahaan Penerbangan Internasional (IATA), Giovanni Besignani telah mengumumkan: “Fokus dari industri (penerbangan) akan berlanjut mengarah ke timur. Tahun 2014, satu miliar orang akan menggunakan penerbangan di Asia Pasifik.Jumlah itu merupakan 30% dari total jumlah penumpang sedunia. Juga angkutan kargo udara di Asia Pasifik akan mengambil 28% dari volume global.”

   Kita jangan kaget kalau Tanzania, dewasa ini berusaha keras untuk menarik di antara 90 juta turis dari negeri-negeri Asia yang diperkirakan akan bepergian selama tahun 2011 ini, tentunya termasuk dari ASEAN. Ditaksir turis Asia ini akan mengeluarkan uang US$ 86 miliar. Wuihh…

   Negara kedua di Afrika Timur ini, — yang ekonominya lumayan kuat setelah Kenya, — telah melancarkan promosi baru di negerinya dengan judul “think Asia” seraya melakukan diversifikasi obyek-obyek wisata yang ditawarkan. Belum lama ini pemerintahnya mengumpulkan para diplomatnya di Jepang, China, Malaysia, India dan Rusia, untuk suatu acara ‘brainstorming’ bagaimana mempromosikan destinasi Tanzania di Asia, yang diperhitungkan sebagai pasar wisman terbesar pertumbuhannya. Di Asia sendiri, dua negara yakni Sri Langka dan Vietnam menunjukkan ‘gerak cepat’nya dalam upaya menarik kunjungan wisman. Pertumbuhan dua tahun terakhir cukup mengesankan.

   Sementara itu, antaranggota ASEAN akan diterapkan Open Sky Policy. Indonesia telah menetapkan lima kota (bandara) saja yang digunakan untuk ini, di antara 27 bandara di Indonesia yang diklasifikasikan sebagai bandara internasional. Maka, sekiranya lima kota (bandara) tersebut sungguh menjadi “gula”, alias laku untuk dipasarkan sebagai destinasi wisata bagi pasar ASEAN, maka semut berupa airlines dari ASEAN tentulah akan datang berkerumun. Artinya, mereka boleh terbang dengan frekuensi dan kapasitas jumlah tempat duduk sesuai dengan yang mereka inginkan. Atau, sesuai dengan perhitungan berapa banyak kursi yang mereka akan bisa jual.

   Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia telah memproyeksikan harapan, tahun 2014 Indonesia ingin dikunjungi oleh sekitar 10 juta wisatawan mancanegara. Tahun 2011 ini target (tinggi) diharapkan mencapai 7,7 juta wisman. Berapa banyak airlines yang akan mengangkutnya?***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: